Bye Bye KPK

Yang ditunggu datang juga. Setelah menunggu 2 1/2 jam menanti, experd sudah mengumunkan hasil tes potensi KPK. Bergegas saya membuka laman http://kpk-im12.experd.com/ dan mengecek status ujian. Ya, saya tidak lolos untuk tes tahap selanjutnya. Sedih pasti tapi setiap keputusan dari Tuhan terbaik buat saya. Btw, selamat untuk kalian yang lolos, selamat berjuang. Buat kita yang gagal, jangan patah semangat!  mari berjuang di rekrutmen instansi lainnya hehe 🙂

Dari laman website, ada satu kalimat yang menarik perhatian saya yaitu  “Semoga Anda dapat terus berkarya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia”. Setuju! sebagai generasi muda harus tetap bekarya dan buktikan bahwa kita generasi bersih dan siap memberantas korupsi Indonesia.

Ini screenshot di halaman website experd KPK. Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Jangan takut mencoba takutlah karena tidak mencoba!

f

Advertisements

Icip psikotes experd

Begini rasanya psikotes kerja. Satu kalimat yang terlontar keluar dari ruangan setelah menyelesaikan rangkaian tes potensi KPK.

Ya, ini merupakan psikotes pertama bagi saya setelah menyandang status sebagai pencari kerja. Sebulan lalu, KPK membuka lowongan sebanyak 400 untuk spesialis muda atau dikenal dg “kpk memanggil 12”. Lowongan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa S1 semua jurusan dan tidak harus memiliki pengalaman kerja. Suatu kesempatan besar bagi saya (mahasiswa jurusan “antimainstream” untuk ikut daftar di lembaga tsb). Kapan lagi coba dibuka untuk semua jurusan, selagi ada lowongan hajar terusss!! wkwk

Tadi sore, saya baru saja melewati tahap ke-3 dari perekrutan spesialis muda. Tahap ke-3 ini dinamakan tes potensi. Tes berlangsung dari pukul 13.00-18.00. Lokasi ujian di Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Setelah resgistrasi, saya diperbolehkan masuk ke ruangan dan duduk di kursi yang diatur oleh pengawas. Saya duduk di baris ke 3. Di meja peserta sudah disediakan 2 lembar hvs dan 1 lembar kuesioner (berisi 2 soal). Kemudian, ada satu pengawas yg memberikan penjelasan terkait pengisian kuesioner. Soal kuesioner menanyakan tentang  contoh keberhasilan kita menyelesaikan pekerjaan dan hal yang tidak kita sukai tapi tetap harus dijalankan. Untuk nomor 1, saya menceritakan pengalaman di kepanitiaan sebagai sekretaris dan soal ke-2 cukup membingungkan. Saya pun menjawab tentang perkuliahan di salah satu mata kuliah haha. Di pertengahan pengawas kembali memberi arahan untuk mennggambar orang dan pohon di lembar hvs yang tersedia. Pada papan tulis diterangkan beberapa ketentuan dari tes gambar. Saat itu, saya menggambar ibu guru dan pohon mangga.

Lanjut ke tes ke-3 yaitu pengetahuan umum tentang indonesia dan dunia. Menurut saya soalnya memang sangat umum, tidak ada bahasan pengetahuan terkini. Beberapa soal yang saya ingat yaitu lokasi markas pbb, bunaken, alat musik c berasal dari provinsi apa, dsb. Tes ke-4 tentang norma sosial, soalnya mengingatkan akan pelajaran PPKN sd dan smp. Kemudian tes ke-5  aritmatika (serius, saya merasa keteteran disini, hanya mampu jawab sekitar 8-10 soal karena waktu yang begitu singkat). Tes ke-6 yaitu sinonim kata,kalau ini jawabnya pake perasaan wkwk (karena kata-katanya sulit sekali). Tes ke-7 yaitu memilih simbol yang tepat sesuai dengan keterangan, tes ini menjadi favorit saya, asyikkk! Lanjut ke tes ke-8 yaitu tes  spasial, kita disuruh mencari bagian penting yang hilang dalam sebuah gambar. Duh, ini soal melatih ketelitian peserta, mata kita harus melacak apa yang hilang pada gambar tsb. Tes ke-9 yaitu menentukan gambar rotasi, siap-siap kepala diputar ke arah kanan-kiri hehe. Masih tes spasial yaitu mengurutkan potongan gambar menjadi utuh. Tes ke-10, membuat cerita berdasarkan gambar. Nanti di kertas soal ada gambar sekitar 4-8 berisi kejadian. Peserta harus mengurutkan dari kejadian awal sampai akhir. Sebagian ceritanya cukup sulit dimengerti dan beberapa gambar kurang jelas 😦

Setelah melewati tes ke-10, lanjut tes Pauli dengan ukuran kertas A2. Saya mengerjakan dengan santai dan berusaha stabil (semoga). Masuk lembar baru, saya mulai pusing dan eneg wkwk. Saya pun tidak mengisi penuh bolak balik. FYI, di ruangan saya banyak banyak yang meminta kertas kedua. Wow, hebat! Makannya apa ya?

Dua tes terakhir yaitu epps dan soal kasus (penting – sangat tidak penting). Disini saya salah mengambil ancang-ancang, saya mengerjakan soal epps dulu baru lanjut soal kasus. Alhasil waktu saya habis berfokus soal epps. Untuk soal kasus, tidak ada jawaban benar dan salah. Soal ini bertujuan untuk melihat interpretasi kita dalam melihat sebuah kasus.

Pukul 17.24 saya keluar ruangan. Kesimpulan yang saya ambil dari tes ini adalah fokus dan teliti.

Ah, sekian cerita pengalaman tes kpk memanggil 12. Apapun hasilnya saya terima. Saya sudah senang bisa menjadi bagian dari peserta tes potensi kpk. Selain itu, pengalaman pertama ikut psikotes kerja haha. Bye-bye!

Kapan turun?

Benar kata orang, lebih enak kuliah dibanding kerja

Kuliah kewajiban kita hanya satu yaitu belajar supaya lulus

Saat kerja pikiran bercabang kemana-mana

Belum lagi proses adaptasi, yang sampai saat ini masih saya jalani

Hari ini tepat dua bulan saya bekerja. Sejauh ini, so so. Saya mengerjakan apa yang disuruh oleh atasan. Dan saya masih berada di posisi yang licin dibicarakan orang. Sudahlah, saya bersyukur menikmati berkat Tuhan dimana mengijinkan saya bekerja disana hehe.

>>> Btw, kok gajinya belum turun ya? <<<

Dadah, UI :”)

“Selamat wisuda”, kata andalan yang dilontarkan oleh keluarga, saudara dan teman saat 26 Agustus 2016.

**Tidak terasa, 4 tahun sudah memupuk 146 sks di kampus tercinta . Rasanya baru kemarin mendapatkan  pengumuman kelulusan SMA tapi hari itu saya dinayatakan lulus secara resmi oleh UI. Saya sangat bersyukur bisa menikmati perkuliahan di FIB UI. Ada banyak momen indah tercipta bersama teman angkatan, senior atau junior, teman luar jurusan, dosen serta pegawai kampus. Saya bakal kangen dimana harus masuk kelas pagi, menunggu dosen yang tak kunjung datang, berhadapan dengan bapak subab, kepanitian yang super seru, makan masakan kantin yang super murah, merhatiin anak bipa lewat dan masih banyak lagi. I will miss those moments later.**

Banyak teman heran, saat gladi resik kok saya sudah pakai kebaya dan berdandan. Sebab, universitas lain ketika gladi resik hanya berpakaian rapih pada umumnya. Nah, ini salah satu keunikan dari UI (lebih tepatnya menyusahkan mahasiswa secara finansial :(). Saat gladi resik mahasiswa diharuskan berpakaian “wisuda” karena ada sesi foto bersama rektor dan dekan. Jadi keesokan harinya, saat wisuda mahasiswa hanya duduk mendengarkan alunan lagu yang dibawakan oleh mahasiswa baru dan melihat “wisuda” mahasiswa berpretasi di tiap fakultas hehe.

Saya sangat bersyukur Tuhan memberikan hari super cerah saat gladi dan wisuda. Kami dapat mengambil momen indah bersama keluarga dan teman di hari bersejarah tersebut. Di hari wisuda, keluarga kecil saya mengikuti rangkaian acara. Awalnya saya tidak tega apabila bapak ikut ke acara wisudaan karena situasi disana padat dipenuhi manusia. Belum lagi harus menempuh jalan kaki cukup jauh. Namun, keinginan bapak untyki melihat saya wisuda, kami pun tidak dapat menolak.

Singkat cerita, saya mau mengucapkan terima kasih atas ucapan dan doa dari semua orang atas kelulusan saya. Terlebih, kepada teman-teman yng sudah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan hadiah kenangan untuk saya. Sungguh terharu, saya sadar bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dan mendukung saya. Buat kalian semua, semoga kita dapat meraih impian dan sukses membahagiakan orang tua kita masing-masing 🙂

Foto bersama teman angkatan Jip reguler 2012. Luv u guyss. For my friends who still fight for your thesis, i know you can pass it!! Fighting :*

IMG-20160825-WA0202

bersama cingu-cingu. Btw, congrats Beni!!! Gila dr sd-kuliah satu almamater, tetanggaan pula! wkwk.

IMG_20160826_170738

bersama suplemen hidup saya. luvv my little family!! 🙂

IMG_20160826_171534

 

Sekali lagi, terima kasih buat semua! ini bukan akhir tapi awal memasuki dunia sebenarnya. Mengingat momen ini menjadi cambuk semnagat saya dalam melangkah ke masa depan. See you on top, guys! God bless us, amin 🙂

22 yo. be mature

12 August 2016, im turning 22 years old. God still give me a chance to enter a new life. i hope, i have many years blessed, healty, success, good carrier, good relationship with God and someone who will be my partner life.

i thank for people who had remember and giving a birthday  statement to me. may your pray will be answered by God.

just share about this. Warung Sate Kami publish a post on 12 august 2016 that take from roma 12 : 1-8. Its same with the date hehe. i believe God want to remember me to always make a positive mind and dont ever rely on myself when face problem in life!

Untitled

Tak kusangka, tak kuduga

“Besok ikut ke Bogor yuk Ci sama anak-anak. Gua mau cari coat di Factory Outlet” Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakan Dwi. Kami memilih stasiun pondok cina sebagai tempat kumpul menuju ke Bogor. Rencana awal berangkat pukul 09.00 namun karena lain hal jadinya jalan pukul 10.30 deh hehe.

45 menit perjalanan menggunakan commuter line, tibalah kami di stasiun Bogor. Berhubung kami buta dengan kota Bogor, kami memutuskan memesan Uber sebagai alat transportasi menuju FO Blossom. Tidak butuh waktu lama, pesanan Uber kami sudah tiba di area stasiun. Kondisi jalanan Kota Bogor saat itu relatif lancar mungkin karena hari kerja hehe. Mas supir pun melaju dengan yakin ke lokasi tujuan kami. Sekitar 15 menit kami sampai di FO. “Ini ya FO nya, total pembayaran 17.500”. Wow, cukup murah ya ditambah kami pergi berempat orang ><

Kami pun segera memasuki FO Blossom. Saya baru pertama kali ke FO di daerah Bogor, ternyata sepanjang jalan Padjajaran 19 dipenuhi oleh FO. Cukup rekomendasi buat kalian yang ingin mencari pakaian yang berkualitas dengan harga tidak mencekik kantong. Setelah muter di beberapa FO, akhirnya Dwi mendapatakan coat dengan harga dibawah 200 ribu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, kami pun sudah mulai kelaparan. Kami mencoba menghubungi Erika tetang tempat makan murah tapi tempatnya lucu dan kalau bisa tidak terlalu jauh dr FO. Setelah berunding kami bergegas menuju Yelo Eatery. Yelo Eatery berada di jalan Padjajaran 5 yang mana masih di  daerah Padjajaran. Sesampainya  disana, ternyata cafenya belum dibuka tetapi kami diperbolehkan untuk menunggu di dalam. Kesan pertama saya tentang Yelo Eatery, desainnya lebih menonjolkan warna kuning (Yelo : Yellow), dinding kaca, dan terbuka (untuk lantai duanya). Tempatnya cocok untuk foto canti bersama teman ataupun keluarga. Namun, dari segi harga makanannya terbilang mahal. Untuk minuman diatas 25 ribu dan makanan diatas 40 ribu dengan porsi cukup dikit. Mungkin makanan ini dikhususkan bagi mereka yang sedang menjalankan program diet, bukan seperti kami :(Di selang waktu makan, datanglah Erika si penghuni Kota Bogor. Selesai makan, kami pun meminta salah seorang pegawai untuk memoto kami di beberapa space cafe ini.

kiri-kanan : saya, Erika, Dwi, Galuh, Yodha

Foto ini diambil di lantai 1 Yelo Eatery

IMG_20160809_145517

foto di tangga menuju lantai 2

IMG_20160809_135946

Menunggu apa Yod?? Ini di lantai 2 Yelo Eatery

IMG_20160809_151137

 

Foto dengan watermark di lantai 2 Yelo EateryIMG_20160809_151330

Kami di foto tampak bahagia ya :”) padahal hati kesal karena harga yang kami keluarkan untuk makanan cukup mahal. Untung menghilangkan rasa kecewa, kami memilih untuk pergi ke cafe lain yang diharapkan dapat memenuhi keinginan yaitu murah dan bagus wkwk. Dari hasil gugling, two stories menjadi destinasi selanjutnya. Lokasi hanya berjarak 200 meter dari Yelo Eatery. Engga perlu pesan uber, cukup berjalan kaki saja kesana.

Kesan pertama sampai di Two Stories cakeupppp! Bangunan gedung didominasi warna hitam, terdiri dari 3 lantai. Ada yang indoor atau outdoor. Kami memilih outdoor di lantai 2 karena tujuan kami foto dengan watermark cafe ini yaitu “tell your story”Kami pun diantar ke lantai 2. Untungnya tempat yang kami idamkan masih kosong, segera kami menduduki bangkunya. Harga makanannya juga standar berkisar 20-70 ribu, kualitas rasa? maknyuss! 🙂

IMG_20160809_153502

IMG_20160809_152416

IMG_20160809_153852

Pukul 17.15, kami beranjak pulang ke Depok. Kami pun memesan Uber kembali untuk antara ke stasiun Bogor. Keluar dari pintu Two Stories mas Uber sudah standby di sebalah gedung cafe ini. Selama di perjalanan kami pun mengobrol, topik awal kami menanyakan ke mas uber standby ambil penumpang di Two Stories. Dia jawab “Engga, ini saya nyambi uber karena saya salah satu dari pemilik cafe ini hehe” WEW. Ternyata dia pemilik cafe Two Stories, dia mengambil kerja sampingan sebagai supir uber bagi pengunjung cafenya. Berhubung ada pemilikinya, kami pun memberikan penilaian cafe Two Stories sangat positif, bagus, murah, pelayanan vepat, dsb. Kemudian, topik kami berlanjut menceritakan kekecewaan di cafe Yelo Eatery. Tak disangka, tak diduga, mas supir Uber juga pemilik cafe tersebut. JENG JENG!!! Ibaratnya setelah dijunjung tinggi sampai keawan-awan, dijatuhkan ke dasar jurang ><

Suasana mobil terasa canggung setelah pembicaraan mengenai cafe Yelo Eatery, namun mas Uber mencairkan suasana dengan menceritakan awal mula dia dan temannya membangun cafe di daerah Padjajaran tersebut. Dia pun sangat senang mendapat masukan dari kami agar menjadi perbaikan pelayanan kedepannya. Dan kami pun diberi diskon atau gratisan jika kembali lagi kesana “Yaudah kalau kalian kesini lagi, hubungin saya saja nanti dapat diskon atau gratis minuman. Simpan nomor saya saja” Super Baikkkk mas Ubernya 😀

Kami pun tiba di stasiun Bogor dengan selamat dan mengucapkan terima kasih ke mas Uber atas tumpangan mobil dan ilmunya <<ilmu membuat usaha>>. Yang dapat saya petik dari kejadian hari itu bahwa kejujuran mungkin menyakitkan tapi dibalik itu ada keuntungan dan kelegaan dari pribadi kita ataupun orang tersebut hahaha. Sudah ah, sampai jumpa dicerita selanjutnya! 🙂