Tersirat

Seorang anak pasti mempunyai impian membahagiakan orang tua mereka. Bisa dalam berbagai hal, salah satunya mendapat pekerjaan yang mapan. Sekarang ini saya sedang berjuang untuk mencapai impian saya. Orangtua pun amat sangat mendukung terlebih sisa dua tahapan lagi di instansi pemerintah. Di setiap doa mereka terselip nama saya dan selalu memtivasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Sampai pada titik, yang diharap cemaskan terjadi, saya tidak dapat memberikan penampilan terbaik. Dan ada beberapa catatan yang menjadi poin penilaian bisa berkurang. Saya ceritakan lengkap ke mereka dan jelas raut wajah mereka sedikit berubah dan kecewa (ah bukan kecewa tapi lebih ke sedih gitu). Deg, batin saya menangis tapi mencoba tegar depan mereka. Saya pun kepikiran dengan “kecurigaan” dokter dengan tubuh saya, saya berpikir positif itu bukan gejala menuju penyakit itu, hanya saja efek dari menstruasi ( i hope ).

Jujur saya sedih. Sedih bgt. Karena ada harapan jika saya lolos, beliau akan berhenti bekerja (karena memang sudah waktunya menikmati hari tuanya) dan tanggung jawab saya untuk berjuang menggantikan jerih payahnya. Tetapi, saya yakin Allah punya rencana baik untuk saya yang tidak terduga. Saya tetap semangat dan berusaha sampai titik darah penghabisan. Kelemahan dalam diri saya bukan jadi hambatan untuk maju. Semua ada jalan keluarnya termasuk kelemahan fisik dan jasmani. Tuhan mahatau dan memberi kita kekuatan dan jalan keluar di setiap pergumulan anak-anakNya. So, tetap semangat!

 

 

Doa ku malam ini :

Tuhan, berikanlah kesehatan jasmani dan rohani bagi saya dan keluarga. Bila ada penyakit yang bersarang di tubuh ini, saya mohon dengan kuasa darahMu, Kau angkat, jamah, dan sembuhkanlah tubuh ini. Sehingga kami kembali sehat dan beraktivitas kembali. Namun, bila tubuh ini memerlukan tindakan pengobatan kiranya kau berkati para medis yang bertugas sebagai perpanjangan tangan Tuhan dalam menolong dan menyembuhkan penyakit ini. Amin.

Advertisements

masih kelanjutan cerita sebelumnya..

Minggu dan Senin lalu (16-17 Juli), saya menjalani serangkaian tes tahap 3 PCS BI yaitu tes psikiatri dan mcu. Lokasi tes berada di RSPP dan Sahid Sadirman Centre. Untuk tes psikiatri ini, peserta diberi buku mmpi berisi 567 soal diberi waktu pengerjaan selama 2 1/2 jam. Persyaratannya semua soal harus dijawab dan batas maksimal miss soal berjumlah 5. Apabila lebih dari itu tidak bisa diakumulasikan hasil jawabanya.

Tes MCU terdiri dari pengambilan darah (puasa 10-14 jam), tes mata, rontgen, ekg, gula darah (puasa 2 jam), urin dan dokter umum. Kemarin saya menjalankan mcu kurang lebih 4-5 jam karena menunggu antrian di setiap ruangan. Dari semua rangkaian tes kesehatan yang paling deg2an di dokter umum. Ini pertama kali saya mengikuti tes kesehatan dan saya sedikit tegang. Saat masuk ruangan dokter umum, dokternya (mungkin) sudah capek, tidak sengaja saya menggeser kursi pemeriksaan dan saya kena omel gitu. Oke maaf dok 😦 dan saat tensi wah hasilnya tinggi banget. Saya kaget masa setinggi itu huhu. Sebelumnya saya mencoba tensi memang rada tinggi tapi tidak setinggi kemarin. Akhirnya diulang sampai 3 kali dan turun tapi masih cukup tinggi. Saya sudah mencoba serileks mungkin tp hasilnya cukup membuat saya hopeless.Selain itu, ada bagian tubuh saya yang “dicurigai” oleh dokter kemudian di catat di form.

Selesai sudah rangkaian tes tahap ketiga, saya tidak berharap banyak bisa lolos ketahap selanjutnya karena ada ganjalan yang mungkin dijadikan perttimbangan oleh bi. Tetapi, tetap menunggu pengumuman nantinya. Lolos atau tidak itu jawaban terbaik dari Tuhan untuk saya hehe