Pilihan

Saya ingin berbagi cerita mengenai khotbah di acara persekutuan alumni mahasiswa jakarta. Saat itu mengangkat tema tentang hawa nafsu di tengah kehidupan. Khotbah dipimpin oleh Pendeta Rully Simanjuntak, beliau mantan pejabat di perusahaan BUMN. Dalam buiku Taking Your Soul to Work terdapat tiga ciri-ciri dosa hawa nafsu antara lain

  1. Proses masuknya halus atau pelan-pelan (softly)
  2. Berkembang secara perlahan (slowly)
  3. Langsung mematikan (deathly)

Bisa diambil contoh ketika dimulai dari keisengan menonton video berbau seks. Awalnya, mungkin penasaran sekali dua kali kemudian menjadi candu. Sampai akhirnya, dilakukan di dalam kehidupannya.

Hawa nafsu tidak akan hilang di kehidupan kita. Seperti pernyataan Marthin Luther “Kita tidak bisa melarang burung berterbangan di atas kepala kita, tapi kita bisamencegah burungnya bersarang di atas kepala kita”. Implikasi ke diri kita bahwa kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa dosa zinah dan hawa nafsu sudah menyebar di sekitar kita, tetapi kita bisa mencegah dosa itu menjerat kita. Itulah hikmat”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s