Tak kusangka, tak kuduga

“Besok ikut ke Bogor yuk Ci sama anak-anak. Gua mau cari coat di Factory Outlet” Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakan Dwi. Kami memilih stasiun pondok cina sebagai tempat kumpul menuju ke Bogor. Rencana awal berangkat pukul 09.00 namun karena lain hal jadinya jalan pukul 10.30 deh hehe.

45 menit perjalanan menggunakan commuter line, tibalah kami di stasiun Bogor. Berhubung kami buta dengan kota Bogor, kami memutuskan memesan Uber sebagai alat transportasi menuju FO Blossom. Tidak butuh waktu lama, pesanan Uber kami sudah tiba di area stasiun. Kondisi jalanan Kota Bogor saat itu relatif lancar mungkin karena hari kerja hehe. Mas supir pun melaju dengan yakin ke lokasi tujuan kami. Sekitar 15 menit kami sampai di FO. “Ini ya FO nya, total pembayaran 17.500”. Wow, cukup murah ya ditambah kami pergi berempat orang ><

Kami pun segera memasuki FO Blossom. Saya baru pertama kali ke FO di daerah Bogor, ternyata sepanjang jalan Padjajaran 19 dipenuhi oleh FO. Cukup rekomendasi buat kalian yang ingin mencari pakaian yang berkualitas dengan harga tidak mencekik kantong. Setelah muter di beberapa FO, akhirnya Dwi mendapatakan coat dengan harga dibawah 200 ribu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, kami pun sudah mulai kelaparan. Kami mencoba menghubungi Erika tetang tempat makan murah tapi tempatnya lucu dan kalau bisa tidak terlalu jauh dr FO. Setelah berunding kami bergegas menuju Yelo Eatery. Yelo Eatery berada di jalan Padjajaran 5 yang mana masih di  daerah Padjajaran. Sesampainya  disana, ternyata cafenya belum dibuka tetapi kami diperbolehkan untuk menunggu di dalam. Kesan pertama saya tentang Yelo Eatery, desainnya lebih menonjolkan warna kuning (Yelo : Yellow), dinding kaca, dan terbuka (untuk lantai duanya). Tempatnya cocok untuk foto canti bersama teman ataupun keluarga. Namun, dari segi harga makanannya terbilang mahal. Untuk minuman diatas 25 ribu dan makanan diatas 40 ribu dengan porsi cukup dikit. Mungkin makanan ini dikhususkan bagi mereka yang sedang menjalankan program diet, bukan seperti kami :(Di selang waktu makan, datanglah Erika si penghuni Kota Bogor. Selesai makan, kami pun meminta salah seorang pegawai untuk memoto kami di beberapa space cafe ini.

kiri-kanan : saya, Erika, Dwi, Galuh, Yodha

Foto ini diambil di lantai 1 Yelo Eatery

IMG_20160809_145517

foto di tangga menuju lantai 2

IMG_20160809_135946

Menunggu apa Yod?? Ini di lantai 2 Yelo Eatery

IMG_20160809_151137

 

Foto dengan watermark di lantai 2 Yelo EateryIMG_20160809_151330

Kami di foto tampak bahagia ya :”) padahal hati kesal karena harga yang kami keluarkan untuk makanan cukup mahal. Untung menghilangkan rasa kecewa, kami memilih untuk pergi ke cafe lain yang diharapkan dapat memenuhi keinginan yaitu murah dan bagus wkwk. Dari hasil gugling, two stories menjadi destinasi selanjutnya. Lokasi hanya berjarak 200 meter dari Yelo Eatery. Engga perlu pesan uber, cukup berjalan kaki saja kesana.

Kesan pertama sampai di Two Stories cakeupppp! Bangunan gedung didominasi warna hitam, terdiri dari 3 lantai. Ada yang indoor atau outdoor. Kami memilih outdoor di lantai 2 karena tujuan kami foto dengan watermark cafe ini yaitu “tell your story”Kami pun diantar ke lantai 2. Untungnya tempat yang kami idamkan masih kosong, segera kami menduduki bangkunya. Harga makanannya juga standar berkisar 20-70 ribu, kualitas rasa? maknyuss! 🙂

IMG_20160809_153502

IMG_20160809_152416

IMG_20160809_153852

Pukul 17.15, kami beranjak pulang ke Depok. Kami pun memesan Uber kembali untuk antara ke stasiun Bogor. Keluar dari pintu Two Stories mas Uber sudah standby di sebalah gedung cafe ini. Selama di perjalanan kami pun mengobrol, topik awal kami menanyakan ke mas uber standby ambil penumpang di Two Stories. Dia jawab “Engga, ini saya nyambi uber karena saya salah satu dari pemilik cafe ini hehe” WEW. Ternyata dia pemilik cafe Two Stories, dia mengambil kerja sampingan sebagai supir uber bagi pengunjung cafenya. Berhubung ada pemilikinya, kami pun memberikan penilaian cafe Two Stories sangat positif, bagus, murah, pelayanan vepat, dsb. Kemudian, topik kami berlanjut menceritakan kekecewaan di cafe Yelo Eatery. Tak disangka, tak diduga, mas supir Uber juga pemilik cafe tersebut. JENG JENG!!! Ibaratnya setelah dijunjung tinggi sampai keawan-awan, dijatuhkan ke dasar jurang ><

Suasana mobil terasa canggung setelah pembicaraan mengenai cafe Yelo Eatery, namun mas Uber mencairkan suasana dengan menceritakan awal mula dia dan temannya membangun cafe di daerah Padjajaran tersebut. Dia pun sangat senang mendapat masukan dari kami agar menjadi perbaikan pelayanan kedepannya. Dan kami pun diberi diskon atau gratisan jika kembali lagi kesana “Yaudah kalau kalian kesini lagi, hubungin saya saja nanti dapat diskon atau gratis minuman. Simpan nomor saya saja” Super Baikkkk mas Ubernya 😀

Kami pun tiba di stasiun Bogor dengan selamat dan mengucapkan terima kasih ke mas Uber atas tumpangan mobil dan ilmunya <<ilmu membuat usaha>>. Yang dapat saya petik dari kejadian hari itu bahwa kejujuran mungkin menyakitkan tapi dibalik itu ada keuntungan dan kelegaan dari pribadi kita ataupun orang tersebut hahaha. Sudah ah, sampai jumpa dicerita selanjutnya! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s