(Masih) Bimbang

Haloo postingan terakhir saya membahas tentang wawancara kerja pertama setelah lulus kuliah. Sekarang, saya akan membagi cerita tentang pengalaman tersebut hehe

Pada jumat (29 Agustus 2016) malam pukul 23.00, saya menerima email yang berisi surat panggilan wawancara di Seminari Bethel Indonesia. Sebelumnya, saya memang mengirimkan riwayat hidup ke instansi karena sedang membuka lowongan pustakawan. Informasi ini saya peroleh dari Kak Adyt, ia mahasiswa STTBI dan kenal dekat dengan pegawai disana. Sebagai perantara seminari,  dia memberitahu bahwa ada lowongan pustakawan dan meminta saya untuk melamar kerja di Seminari Bethel Indonesia. Berhubung saya sedang mencari pekerjaan, maka tidak ada salahnya mencoba melamar kerja disana.

Lokasi Seminari Bethel Indonesia di jalan petamburan 4 dekat rumah sakit pelni. Saya pergi wawancara bermodal nekat karena tidak tahu lokasi tersebut. Agar tidak terlambat, saya memustuskan berangkat pukul 07.00 dengan estimasi perjalanan paling lama 2 jam. Dari Depok saya naik commuter line turun di stasiun Tanah Abang. Sampai st tanah abang, saya tanya ke petugas keamanan, penjaga warung dan penjaga pulsa haha. Inti dari jawaban mereka say aharus jalan menuju pertigaan dan naik angkoot 09 atau 11. Kemudian, saya berjalan menuju pertigaan yang letaknya lumayan jauh dari stasiun. Karena saya takut terlambat, saya memutuskan naik ojek dengan biaya 10 ribu.

Singkat cerita, saya langsung bertembu dengan Bapak A, beliau sekretaris seminari. Saya diajak masuk ke ruangan tempat wawancara berlangsung. Wawancara yang dilakukan bersifat informal, tidak seperti dalam benak saya. Di pertengahan wawancara datang Ibu D, dia lah yang menghubungi saya mengenai jadwal wawancara. Dan ternyata mereka sepasang suami istri hehe ((terus?)) Ibu D mulai menceritakan sejaran instansi dan pekerjaan yang akan dilakukan jika saya berkerja di sana. Ada satu hal yang cukup langka, ketika kita melamar pekerjaan di sebuah instansi, pewawancara akan bertanya “mengapan kamu mau kerja disini” namun ketika itu saya ditanyakana “Kamu mau tidak bekerja disini?”. Disini saya merasa bingung dan menangkap bahwa mereka benar-benar sedang membutuhkan pustakawan. Setelah wawancara selesai, saya diajak melihat perpustakaan Seminari Bethel Indonesia dan bertemu pegawai perpustakaan berserta Ka Adhyt.

Pukul 12.30 saya izin untuk pulang karena takut hujan hehe. Saya memutuskana naik angkot ke st tanah abang, syukurlah tidak kesasar wkwk. Sesampainya dirumah, saya ceritakan semua ke orang tua apa yang dibicarakan selama wawancara. Di satu sisi mereka sangat mendukung, satu sisi sedikit tidak tega anak perempuannya harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan menggunakan armada tranportasi umum.

 

Sampai detik ini,saya masih menggumuli tawaran pekerjaan di sana. Ku serahkan kepada Tuhan biar Ia saja yang menentukan apa ini jalan terbaik untuk karir saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s