Praktik Kerja Perpustakaan

Menginjak minggu ke-3 saya menjadi mahasiswa magang di Perpustakaan Badan Pusat Statistik. Tepat, 22 Juni 2015, saya dan Sanny menjadi bagian (walaupun hanya sebulan) keluarga Bidang perpustakaan dan dokumentasi BPS. Sejauh ini, saya merasa nyaman dan senang menjalankan pekerjaan disana. Ya, mungkin buat kalian yang sudah pernah magang, kerjaan anak magang tidak terlalu sulit bahkan sering gabut hehehe. Benar kan?
Mungkin, buat non mahasiswa ilmu perpustakaan penasaran apa saja yang dilakukan kami (mahasiswa ilmu perpustakaan) saat magang, apa sebatas menjaga buku-buku di rak saja? Pemikiran seperti ini harus kita tinggali, sebab ada banyak pekerjaan dibalik seorang pustakawan. Saya sangat beruntung bisa belajar dunia pustakawan di perpustakaan BPS. Pertama, perpustakaan ini termasuk perpustakaan khusus, yang menyajikan seluruh data statistik seluruh Indonesia. Dari hal tersebut, perpustakaan ini menjadi rujukan utama bagi mahasiswa, pegawai, media dalam menyajikan laporan dan data mereka. Sudah bisa kalian bayangkan bahwa perpustakaan ini sudah dimanfaatkan baik oleh pengguna. Saya sudah mmengobservasi ke beberapa perpustakaan khusus di Jakarta, dan rata-rata pengunjung tiap harinya kisaran 5-10 orang. Mendengarnya saja sangat miris. Namun, ini tak dialami oleh Perpustakaan BPS, setiap harinya ada 20-40 pemustaka yang datang kesana. Daebak!!! Kedua, perpustakaan BPS sudah menerapkan sistem layanan perpustakaann digital artinya pemustaka tak perlu susah mencari buku-buku di rak, namun dapat langsung mencari di opac. Untuk data di website, pemustaka dapat mengunduh secara full, namun untuk data yang diminta ketika pemustaka datang ke perpustakaan hanya diperbolehkan menerima 15%  dari total halaman buku. Secara keseluruhan layanannya sangat baik dan memuaskan. Dan, terakhir adalah lingkungan kerja yang nyaman dan hangat. Sebagian mahasiswa, hari pertama magang menjadi momok yang menakutkan, bukan? Muncul pertanyaan yang buat hati ketar-ketir, bagaimana staf-staf disana? Kepala bidang baik atau galak? Dapat pekerjaan apa? Dan sebagainya. Sama, saya pun juga mengalami sindrom tersebut hehe. Akan tetapi, semua itu sirna ketika kami disambut hangat oleh mereka. Semua staf, kepala seksi sampai kepala perpustakaan sangat baik dan mau mengajarkan kami secara sabar sampai sekarang.
Selama 3 minggu ini, saya sudah mencicipi menjadi staf frontliner, digital library, layanan tercetak. Ketiga pekerjaan tersebut, saya berhadapan langsung dengan pemustaka mulai dari pelayanan buku tamu hingga rujukan. Pada layanan tercetak, staf perpustakaan bertugas membantu memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Untuk hal ini, saya belum terlalu optimal sebab pengetahuan saya mengenai dunia statistik masih teramat dangkal hehe. Apabila ada pemustaka yang bertanya kepada saya, saya hanya bisa menjawab sekadarnya (maaf). Selain pelayanan, saya pun ikut dilibatkan dalam pengolahan bahan pustaka mulai menginput hingga shelving. Penjabaran diatas sedikit gambaran kehidupan magang saya di Perpustakaan :D, memang sedikit membosankan tapi tetapi harus dijalankan secara sungguh-sungguh dan semangat. Tunggu kisah saya selanjutnya….:p

(catatan : saya belum bisa menampilkan foto-foto Perpustakaan BPS karena handphone yang tidak mendukung huhu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s